
Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaru. Surabaya – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna, SD Santa Maria Surabaya mengadakan kegiatan pelatihan bertema Critical Thinking bekerja sama dengan Universitas Kristen Petra. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan keterampilan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa sejak dini. Narasumber dari Universitas Kristen Petra menyampaikan pentingnya berpikir kritis (critical thinking) sebagai salah satu kompetensi utama abad ke-21 yang perlu ditanamkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Dalam sesi pelatihan, para peserta diajak untuk memahami konsep berpikir kritis, mulai dari kemampuan menganalisis, mengevaluasi informasi, hingga mengambil keputusan secara logis. Selain itu, guru juga dilatih untuk merancang pertanyaan pemantik (higher-order thinking questions) yang dapat mendorong siswa berpikir lebih dalam, bukan sekadar menghafal.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, serta simulasi pembelajaran. Para guru tampak aktif berpartisipasi dan saling berbagi pengalaman dalam menerapkan pembelajaran yang menumbuhkan daya pikir siswa.
Salah satu hal menarik dalam pelatihan ini adalah praktik langsung pembuatan skenario pembelajaran berbasis berpikir kritis yang dapat diterapkan di berbagai mata pelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan mampu menciptakan suasana kelas yang mendorong siswa untuk bertanya, berpendapat, serta berpikir secara kritis dan kreatif.
Melalui kegiatan ini, SD Santa Maria Surabaya menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi guru dan menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Kerja sama dengan Universitas Kristen Petra diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung terciptanya generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis: Rumondang Turnip (Guru SD Santa Maria)