
Surabaya, Kampus Ursulin-Sanmaris – Dalam rangka menghayati masa Prapaskah, seluruh siswa SD Santa Maria mengikuti Ibadat Jalan Salib yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk semakin memahami kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Petugas Jalan Salib adalah para guru bidang studi kelas kecil. Dalam ibadat ini, siswa diajak merenungkan setiap perhentian Jalan Salib dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh hati. Melalui doa dan nyanyian, anak-anak diajak memahami arti pengorbanan, kesabaran, pengampunan, serta kasih kepada sesama.
Pada setiap perhentian, petugas dari perwakilan siswa membacakan kisah sengsara Yesus dengan penuh penghayatan. Anak-anak juga diajak merefleksikan sikap sehari-hari, seperti tidak mengejek teman, mau meminta maaf, membantu orang tua, serta berani berbuat jujur meskipun sulit.
Pemimpin ibadat menyampaikan bahwa Ibadat Jalan Salib bukan hanya mengenang penderitaan Tuhan Yesus, melainkan juga mengajak seluruh siswa untuk belajar setia dalam hal-hal kecil dan berani berbuat baik setiap hari. “Melalui Jalan Salib, kita belajar bahwa kasih itu nyata dalam tindakan,” pesan beliau.
Kegiatan ini menjadi momen iman yang mendalam bagi seluruh warga sekolah. Diharapkan semangat pengorbanan dan kasih yang direnungkan dalam Ibadat Jalan Salib dapat terus diwujudkan dalam sikap dan perilaku anak-anak SD Santa Maria, baik di sekolah maupun di rumah.
Penulis: Riantoni - SD Santa Maria Surabaya