News &
Updates

News Image

Share

Teman-Temanku adalah Anugerah Tuhan yang Patut Aku Syukuri
15 Desember 2023

Teman-Temanku adalah Anugerah Tuhan

yang Patut Aku Syukuri

Surabaya, Kampus Ursulin–Sanmaris. Jumat, 08/12/2023. Keseruan anak-anak bersama teman-teman mengikuti rekoleksi pada hari di aula lantai 4 sangat terlihat antusias. Peserta rekoleksi meliputi siswa kelas 5 dan 6. Kegiatan rekoleksi diawali dengan ibadat pembuka yang dipimpin oleh Bu Kristin. Pemateri rekoleksi  adalah Suster Cristofora, OSU.

 

Tema rekoleksi adalah ‘’Teman-Teman adalah Anugerah Tuhan yang Patut Aku Syukuri’’. Sebelum memasuki materi, Suster Cristo menanyakan,” Siapa yang tidak butuh teman?” Ternyata dari banyak siswa, masih ada empat siswa dari kelas 6 yang tidak membutuhkan teman. 

Menurut mereka, teman itu merepotkan, kepo hidupnya orang, menyusahkan diri, dan lain-lain. Setelah itu, Suster Cristo mengajak semua peserta rekoleksi untuk merefleksikan diri, bahwa pentingnya teman bagi hidup kita. Suster juga memberi peneguhan, bahwa setiap orang harus memiliki teman di sekolah, di masyarakat, maupun di lingkungan gereja. Dengan berteman kita dapat bersosialisasi dan saling membantu bagi yang membutuhkan, serta hidup kita lebih berwarna. 

 

Pada kegiatan rekoleksi Suster juga mengajak kita untuk ice breaking dan bernyanyi. Semua siswa mengikuti dengan penuh kegembiraan dan sukacita sehingga aula menjadi ramai. Saat Ice breaking siswa diminta bertepuk satu jika suster mengatakan’’selamat pagi’’ tepuk dua ,jika suster mengatakan ‘’selamat siang’’ dan seterusnya. Dari situlah siswa yang salah tepuk diminta maju dan menjawab pertanyaan suster. 

 

Setelah ice breaking yang diberikan suster, siswa diminta untuk menuliskan nama teman yang ia punya dan menceritakan kedepan siapa temannya dan untuk apa mereka berteman. Materi yang sangat menarik sekali, semua peserta mengikuti dengan tertib. 

Suster meminta semua peserta untuk merefleksikan diri tentang ’’Siapa yang pernah membully teman, mengejek teman, jail kepada teman, menyakiti temannya’’. Sehingga yang merasa seperti hal tersebut, siswa diminta untuk merenungkan diri yang telah dilakukan kepada temannya. Setelah itu, siswa diminta untuk saling minta maaf dengan temannya. Semua peserta terlihat menyesali atas perbuatan yang dilakukan dan saling minta maaf dan ada yang berpelukan dengan temannya. 

Sungguh mengharukan sekali. Semoga dengan rekoleksi ini semua siswa lebih dapat saling mencintai, mengasihi, dan memaafkan antar teman di sekitar. 

             

Penulis  : Theressa Septia Dana 

Editor    : FX. Marjanto