News &
Updates

News Image

Share

Healing Eight Stages of Life: Bukan Sekadar Healing, tetapi Penyembuhan Batin dalam Retret Guru dan Tenaga Pendidikan Tahun 2026
21 Oktober 2026

Surabaya, Kampus Ursulin—Sanmaris. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, dan mendampingi peserta didik, tetapi juga perlu merawat kesehatan batin serta memperhatikan pertumbuhan pribadi. Berangkat dari kesadaran tersebut, kegiatan Retret Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2026 mengangkat tema “Healing Eight Stages of Life: Bukan Sekadar Healing, tetapi Penyembuhan Batin.”

Tema ini mengajak para guru dan tenaga kependidikan untuk mengambil jeda dari rutinitas pekerjaan, melihat kembali perjalanan hidup, serta mengenali berbagai pengalaman yang telah membentuk diri mereka hingga saat ini. Retret menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, membuka ruang refleksi, dan menemukan kembali makna panggilan sebagai pendidik.

Melalui pendekatan Eight Stages of Life atau delapan tahap kehidupan, peserta diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup dari berbagai fase perkembangan. Setiap tahap menyimpan pengalaman, kenangan, sukacita, tantangan, maupun luka yang mungkin masih memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, menjalin relasi dengan orang lain, dan menjalankan tanggung jawabnya.

Healing dalam retret ini bukan sekadar beristirahat atau melepaskan penat, melainkan sebuah proses penyembuhan batin. Peserta diajak untuk berdamai dengan masa lalu, menerima diri dengan segala kelebihan dan keterbatasan, memaknai kembali pengalaman hidup, serta membuka hati terhadap proses pemulihan dan pertumbuhan pribadi. Dalam suasana refleksi dan doa, setiap peserta diberi kesempatan untuk semakin mengenal dirinya dan menyadari bahwa setiap perjalanan hidup memiliki nilai dan makna.

Bagi seorang guru dan tenaga kependidikan, penyembuhan batin menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pelayanan. Pengalaman hidup yang belum terselesaikan dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi tekanan, membangun komunikasi, serta mendampingi peserta didik. Dengan semakin mengenal dan menerima diri, para pendidik diharapkan mampu menghadirkan sikap yang lebih sabar, penuh empati, terbuka, dan penuh kasih dalam lingkungan sekolah.

Retret ini juga menjadi kesempatan untuk memperdalam relasi dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan, pengharapan, dan pemulihan. Melalui keheningan, refleksi, doa, dan kebersamaan, para peserta diajak untuk menyerahkan berbagai pergumulan hidup kepada Tuhan serta menemukan kembali semangat dalam menjalani panggilan sebagai pendidik.

Pada akhirnya, Healing Eight Stages of Life mengingatkan bahwa setiap pribadi memiliki perjalanan hidup yang unik. Penyembuhan batin bukanlah proses yang selalu berlangsung dalam sekejap, melainkan perjalanan untuk terus bertumbuh, menerima, memaafkan, dan memperbarui diri.

Retret Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2026 menjadi momentum untuk memulihkan hati, memperbarui semangat, dan meneguhkan kembali panggilan pelayanan. Sebab, pendidik yang bersedia merawat dan memulihkan dirinya akan semakin mampu mendampingi peserta didik dengan hati yang tulus, menghadirkan kasih dalam setiap tindakan, serta menjadi pribadi yang membawa harapan bagi sesama.

Bukan sekadar healing, tetapi perjalanan menuju pemulihan batin, kedewasaan pribadi, dan pembaruan panggilan sebagai pendidik.