
Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris – Hari itu terasa berbeda dari biasanya. Siswa kelas 3 datang ke sekolah dengan wajah penuh semangat karena akan mengikuti kegiatan Rekoleksi Paskah. Sejak pagi, suasana sudah terasa hangat dan penuh keceriaan.
Kegiatan diawali dengan ice breaking yang seru. Anak-anak diajak bermain sambil tertawa bersama sehingga suasana langsung mencair; semua terlihat senang dan siap mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Tidak ada yang malu-malu, seluruh siswa terlibat dengan penuh antusias.
Setelah itu, mereka mendengarkan cerita tentang "Yesus Sahabatku". Cerita disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Anak-anak diajak membayangkan bagaimana Yesus selalu hadir sebagai sahabat yang baik—sosok yang mau mendengarkan, menolong, dan tidak pernah meninggalkan mereka. Beberapa siswa bahkan berbagi pengalaman tentang sahabat mereka dan bagaimana mereka ingin menjadi teman yang baik seperti Yesus.
Kegiatan semakin seru saat memasuki sesi permainan kelompok. Anak-anak bekerja sama menyelesaikan tantangan, saling membantu, dan belajar untuk tidak egois. Tawa dan sorak-sorai terdengar di seluruh ruangan. Melalui permainan ini, mereka belajar bahwa menjadi sahabat yang baik berarti mau bekerja sama dan peduli satu sama lain.
Momen yang paling tenang dan menyentuh adalah saat refleksi dan doa. Anak-anak diajak untuk memejamkan mata, mengingat pengalaman mereka, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan. Suasana menjadi hening namun penuh makna. Banyak dari mereka mulai memahami bahwa Yesus benar-benar sahabat yang selalu ada.
Di akhir kegiatan, anak-anak menuliskan pesan sederhana tentang bagaimana mereka ingin menjadi sahabat yang baik bagi teman-temannya. Ada yang menulis ingin lebih sabar, mau berbagi, dan tidak bertengkar lagi. Rekoleksi hari itu tidak hanya seru, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam. Anak-anak pulang dengan hati gembira dan semangat baru untuk menjadi sahabat yang baik—seperti Yesus.
Penulis: Yustinus S. - Guru SD Santa Maria Surabaya